Ibu Maemunah (37) menyambut kami dengan senyum sederhana di rumahnya di Bogor, Jawa Barat. Ia ibu dua anak, sehari hari mengurus rumah, dan aktif di lingkungan sekitar. Seperti banyak ibu lainnya, hidupnya penuh perhitungan. Mengatur uang belanja, kebutuhan sekolah anak, dan sesekali memikirkan, bagaimana caranya supaya bisa bantu keuangan keluarga tanpa harus meninggalkan rumah.
Dari situlah perjalanannya bersama KitaArisan dimulai.
Sudah satu tahun Bu Maemunah menjadi mitra reseller KitaArisan. Ia mengelola kelompok arisan di lingkungannya sendiri. Anggotanya tetangga, saudara, dan ibu ibu yang sudah saling percaya. Bagi Bu Maemunah, arisan bukan hal baru. Tapi arisan barang dari KitaArisan memberi rasa aman dan kemudahan yang berbeda.
Produk yang dibeli anggota kelompok pun beragam. Mulai dari alat masak, furnitur rumah, sampai elektronik. Semua bisa diakses lewat cicilan arisan tanpa bunga, tanpa ribet.
“Saya bisa punya rice cooker bagus tanpa harus bayar sekaligus. Barangnya cepat sampai, ada garansi, dan nggak repot,” ujar Bu Yani (38), salah satu anggota kelompok arisan yang dikelola Bu Maemunah.
Selama setahun ini, Bu Maemunah sudah menyelesaikan dua kelompok arisan dengan total 20 anggota. Dari situ, ia mendapatkan komisi sebesar Rp1.081.500. Uang itu ia gunakan untuk biaya daftar sekolah anak dan kebutuhan penting lainnya. Tidak besar, tapi datang di waktu yang tepat.
Yang membuat Bu Maemunah makin semangat, arisan yang ia kelola bukan hanya membantu dirinya. Banyak ibu ibu di kelompoknya akhirnya bisa punya barang kebutuhan rumah tangga tanpa harus kredit berbunga atau cicilan yang memberatkan.
“Saya senang sekali dengan layanan dan barang barang KitaArisan. Anggota arisan saya juga merasa sangat terbantu. Pengirimannya cepat, hanya tiga sampai empat hari. Bonus komisinya juga sangat bermanfaat buat tambahan penghasilan keluarga saya,” cerita Bu Maemunah.
Ia juga pintar mengatur waktu membuka kelompok arisan. Biasanya menjelang tahun ajaran baru atau mendekati Lebaran. Di saat itu, kebutuhan rumah tangga dan sekolah meningkat. Komisi arisan pun bisa menjadi tabungan yang pas di momen yang pas.
Sekarang, rumah Bu Maemunah sudah terisi berbagai produk dari KitaArisan. Dari perabot dapur sampai elektronik. Ia pun ikut kelompok arisan sendiri, supaya bisa mencicil barang yang memang dibutuhkan tanpa terasa berat.
Bagi Bu Maemunah, menjadi mitra reseller KitaArisan bukan sekadar soal komisi. Ini tentang saling membantu. Tentang ibu ibu yang saling menguatkan, memimpin kelompok kecil, dan membawa manfaat nyata untuk lingkungan sekitar.
Kisah Bu Maemunah hanyalah satu dari banyak cerita reseller dan anggota arisan KitaArisan di berbagai daerah. Di balik setiap kelompok arisan, selalu ada perempuan yang bergerak, mengatur, dan memastikan semuanya berjalan dengan baik.
KitaArisan hadir untuk mereka.
Untuk ibu ibu di seluruh Indonesia yang ingin maju bersama.
Karena gotong royong bukan cuma tradisi, tapi kekuatan nyata untuk saling memberdayakan.